BRMP Babel Gali Potensi Pengembangan Padi Gogo di Bangka Barat
Bangka Barat, 24 Agustus 2026 – Feriadi, S.P., M.Si. bersama Tim Swasembada Pangan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Bangka Belitung melakukan penggalian potensi pengembangan padi gogo atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai padi hume di sejumlah desa di Kabupaten Bangka Barat. Kegiatan ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi lahan, kesiapan petani, serta berbagai kendala di lapangan sebagai bagian dari upaya mendorong peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT).
Di Desa Pusuk, Kecamatan Kelapa, tim berkoordinasi dengan Kepala Dusun Pusuk I, Maryono, dan Kepala Dusun Pusuk II, Sonipil. Berdasarkan informasi di lapangan, terdapat lahan yang telah diusahakan masyarakat secara swadaya sekitar 80 hektare. Namun, sebagian areal menghadapi kendala karena berada atau bersinggungan dengan kawasan konservasi. Kondisi lahan yang berdekatan dengan laut juga menjadi tantangan karena terdapat potensi masuknya air laut ke areal pertanaman.
Potensi padi hume di Desa Pusuk cukup besar. Pada tahun 2025, luas tanam diperkirakan mencapai sekitar 56 hektare, sementara saat ini penanaman padi gogo/padi hume yang telah terlaporkan sekitar 15 hektare. Masyarakat juga telah melakukan persiapan lahan untuk pengembangan padi gogo. Lahan sekitar 80 hektare masih dalam proses pembagian kepada masyarakat dengan luasan kurang lebih seperempat hektare per bagian. Meski demikian, pengembangan padi hume menghadapi tantangan, terutama tingginya biaya operasional dalam proses pembukaan, persiapan, dan pengelolaan lahan.
Tim selanjutnya melakukan penggalian potensi di Desa Kayu Arang. Berdasarkan koordinasi dengan pemerintah desa, pola penanaman padi hume di wilayah tersebut masih bersifat musiman dan umumnya dilakukan satu kali dalam setahun. Kelembagaan Gapoktan saat ini juga belum aktif, sementara pada tahun sebelumnya terdapat penanaman padi sekitar 3 hektare. Tim melakukan identifikasi lebih lanjut terhadap kesiapan lahan dan petani untuk melihat peluang peningkatan luas tanam pada musim berikutnya.
Melalui penggalian potensi ini, BRMP Babel berupaya memperoleh gambaran aktual mengenai potensi pengembangan padi gogo di Kabupaten Bangka Barat, termasuk kesiapan lahan, kondisi kelembagaan petani, serta kendala teknis dan biaya yang dihadapi masyarakat. Hasil identifikasi lapangan diharapkan menjadi bahan dalam menentukan langkah tindak lanjut untuk mendorong optimalisasi potensi padi gogo sekaligus mendukung percepatan LTT dan program swasembada pangan.