BRMP Babel Kunjungi Belitung Timur, Kawal Solusi Irigasi dan Optimalisasi Lahan Oplah
BELITUNG TIMUR, 5 Agustus 2026 – Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili oleh Dr. Mamik Sarwendah dan tin menggelar rangkaian kunjungan kerja ke Kabupaten Belitung Timur pada 5 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan difokuskan pada optimalisasi tata kelola irigasi dan keberlanjutan program Optimasi Lahan Oplah guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
1. Koordinasi Lintas Sektor Bahas Penanganan Irigasi
Agenda diawali dengan koordinasi bersama Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian PSP Dinas Pertanian dan Pangan serta Kepala Bidang Sumber Daya Air SDA Dinas PUPR Kabupaten Belitung Timur.
Dalam pertemuan tersebut dibahas hasil evaluasi Oplah yang menunjukkan ketersediaan air menjadi tantangan utama. Sejumlah kendala di lapangan ditemukan seperti saluran air bocor, pintu air belum tersedia atau ditutup, hingga alih fungsi ruang penyangga air menjadi perkebunan. Kondisi ini menyebabkan kesenjangan antara target dan realisasi tanam.
Sebagai tindak lanjut, disepakati langkah teknis prioritas berupa normalisasi saluran, perbaikan struktur pintu air, dan pengadaan pompa pada lokasi potensial. Salah satu opsi yang dikaji adalah pembangunan long storage dengan potensi luasan 5-10 hektare agar aliran air ke sawah lebih teratur.
BRMP Babel juga mendorong percepatan penyusunan Detail Engineering Design DED, pemetaan dimensi saluran, dan penyesuaian Rencana Tata Tanam RTT. Dokumen prioritas akan segera diajukan secara resmi agar pengerjaan fisik dapat segera dimulai.
2. Tinjau Langsung Persawahan di Simpang Renggiang dan Simpang Pesak
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan di Desa Lintang Kecamatan Simpang Renggiang dan Desa Tanjung Kelumpang Kecamatan Simpang Pesak.
Di Desa Lintang, tim BRMP Babel bersama Dinas Pertanian dan Pangan, Katimker Penyuluh, PPL, dan kelompok tani memetakan kendala pendistribusian air di tingkat usaha tani. Tim juga memeriksa kondisi bendung, pintu intake, talut, dan saluran pembawa, serta mengantisipasi risiko alih fungsi lahan di sekitar areal irigasi.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Desa Tanjung Kelumpang bersama Dinas Pertanian dan Pangan, Katimker, PPL, dan Manajer Balai Penyuluhan BP. Hasil identifikasi di kedua lokasi menunjukkan kondisi sistem irigasi yang ada masih kurang memadai untuk memenuhi kebutuhan pengairan secara optimal.
Atas temuan tersebut, seluruh tim lintas sektor menyepakati langkah tindak lanjut dengan mengajukan usulan Bantuan Konservasi Air Bankon. Pengajuan ini mengacu pada pedoman teknis dan kriteria Verifikasi dan Validasi Luas Lahan Baku Sawah Verval LBS sebagai upaya memperkuat sarana irigasi.
“Kita kawal prosesnya bertahap dan terintegrasi. Mulai dari perbaikan infrastruktur, penyempurnaan dokumen, hingga pengajuan Bankon. Tujuannya agar petani punya akses air, IP naik, dan swasembada pangan di Babel bisa tercapai,” ujar Dr. Mamik Sarwendah.
Melalui rangkaian kunjungan ini, BRMP Babel berkomitmen terus mengawal perbaikan infrastruktur irigasi di Belitung Timur agar lahan pertanian dapat dioptimalkan dan mendukung keberhasilan program swasembada pangan.