Kepala BRMP Babel Bersama Kepala Pusat Penyuluhan Hadiri Rakor Penyuluh se-Babel
Bangka Tengah, 3 November 2026 — BRMP Kepulauan Bangka Belitung menggelar Rapat Koordinasi Penyuluh Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Saung Sawah Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah. Mengusung tema “Sinergitas Membangun Swasembada Pangan di Kepulauan Bangka Belitung Bersama Penyuluh Pertanian”.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Eko Nugroho Dharmo Putro, S.Kom., M.A.P., Kepala BRMP Bangka Belitung, Intan Rahayu, S.Si., M.T., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Tengah, serta perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Turut hadir koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), perwakilan Pupuk Indonesia Holding Company, UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih, UPTD Balai Proteksi Tanaman, serta penyuluh pertanian se-Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam sambutannya, Kepala BRMP Babel, Intan Rahayu, S.Si., M.T., menekankan peran penyuluh dalam mendampingi petani untuk mendukung swasembada pangan. Ia mendorong penguatan kerja sama antara penyuluh, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan agar pendampingan sesuai dengan kebutuhan petani, terutama dalam penerapan teknologi untuk meningkatkan produktivitas usaha tani.
Dalam arahannya, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Eko Nugroho Dharmo Putro, S.Kom., M.A.P., menekankan pentingnya kinerja penyuluh dalam mengawal pelaksanaan program strategis Kementerian Pertanian, termasuk PM-AAS. Kinerja tersebut tercermin dari ketepatan penyuluh dalam memetakan kesiapan lahan dan ketersediaan air, mendampingi kelompok tani menyusun jadwal tanam, serta memantau realisasi tanam di wilayah binaan. Hasil pemantauan menjadi dasar untuk menentukan prioritas pendampingan dan mengoordinasikan tindak lanjut atas kendala di lapangan guna mendukung pencapaian sasaran produksi pangan di Kepulauan Bangka Belitung.
Sesi diskusi dan tanya jawab menutup rangkaian rapat koordinasi. Para penyuluh dan perwakilan instansi bertukar informasi mengenai kebutuhan petani, mulai dari ketersediaan sarana produksi dan benih bermutu hingga perlindungan tanaman. Pembahasan tersebut menjadi masukan bagi BRMP Babel dan pemerintah daerah dalam menyelaraskan pendampingan petani di masing-masing wilayah.