BRMP Babel dan BWS Koordinasikan Jaringan Irigasi, Bahas Penanggulangan Kekeringan di Lahan Sawah
Pangkalpinang, 23 Agustus 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung melakukan koordinasi terkait kondisi jaringan irigasi dan upaya penanggulangan kekeringan pada sejumlah kawasan persawahan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pembahasan difokuskan pada kawasan persawahan Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, serta sejumlah kawasan persawahan di Kabupaten Bangka Barat.
Di Desa Rias, salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Daerah Irigasi (DI) Yamin. Meskipun saluran irigasi telah diperbaiki, ketersediaan dan aliran air menuju areal persawahan masih belum optimal. Kondisi tersebut memerlukan penanganan lebih lanjut, terutama untuk memastikan sumber air dapat dialirkan melalui jaringan yang telah tersedia sehingga dapat mendukung kebutuhan pertanaman petani.
Koordinasi juga membahas kondisi Sawah Miting seluas sekitar 340 hektare, termasuk kebutuhan dukungan air untuk pengolahan tanah dan percepatan tanam. Selain itu, kondisi Metukul yang sedang direhabilitasi untuk mendukung intake Pumpung turut menjadi perhatian. Pengaturan buka-tutup air serta penyusunan pola tanam dinilai penting agar distribusi air dapat disesuaikan dengan luas lahan dan kebutuhan masing-masing kelompok tani.
Selain Kabupaten Bangka Selatan, BRMP Babel dan BWS Babel turut membahas kondisi jaringan irigasi dan kebutuhan air pada kawasan persawahan di Kabupaten Bangka Barat. Koordinasi ini menjadi bagian dari upaya mengidentifikasi titik-titik yang membutuhkan penanganan, sekaligus menyusun langkah antisipasi terhadap kekeringan agar ketersediaan air tetap mampu mendukung kegiatan budidaya dan percepatan luas tambah tanam.
Melalui koordinasi tersebut, BRMP Babel bersama BWS Babel mendorong penanganan jaringan irigasi secara terpadu, mulai dari optimalisasi sumber dan jaringan air, pengaturan distribusi, pemetaan kebutuhan air berdasarkan luas layanan kelompok tani, hingga penyesuaian pola tanam. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi dampak kekeringan serta menjaga keberlanjutan produksi padi di Kabupaten Bangka Selatan, Kabupaten Bangka Barat, dan wilayah sentra produksi lainnya di Kepulauan Bangka Belitung.