BRMP Babel Tingkatkan Kapasitas Penyuluh melalui Workshop Pembuatan Poligon Sawah
Pangkalpinang — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan Workshop Pembuatan Poligon Sawah Berkelanjutan bagi penyuluh pertanian di Cordela Hotel Pangkalpinang, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan penyuluh dalam menyusun sketsa dan pemetaan lahan pertanian secara lebih akurat dan terintegrasi.
Workshop dibuka secara daring oleh Direktur Wilayah BRMP Kepulauan Bangka Belitung, Intan Rahayu, S.Si., M.T. Sementara itu, kegiatan secara luring dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha BRMP Kepulauan Bangka Belitung, Zikril Hidayat, S.Pt., M.Si. Kegiatan ini juga menghadirkan Heri dari Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Kementerian Pertanian sebagai narasumber, serta diikuti oleh para penyuluh pertanian dari Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka Tengah, dan Kota Pangkalpinang.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pendampingan dalam membuat sketsa atau gambar poligon lahan sawah yang selanjutnya akan dimasukkan ke dalam aplikasi Pusdatin Kementerian Pertanian. Melalui proses tersebut, data lahan milik petani diharapkan dapat terhimpun secara lengkap, akurat, dan mudah diperbarui.
Kepala BRMP Kepulauan Bangka Belitung, Intan Rahayu, menyampaikan bahwa pemetaan ini penting untuk mengetahui kondisi dan pemanfaatan lahan pertanian secara nyata di lapangan. Hal tersebut menjadi perhatian karena wilayah Kepulauan Bangka Belitung memiliki banyak lahan bervegetasi serta lahan baku sawah yang perlu dipetakan dengan baik.
“Melalui kegiatan ini, poligon lahan diharapkan dapat dibuat dalam format yang membedakan antara lahan padi dan lahan bervegetasi, sesuai arahan Direktur Wilayah. Dengan demikian, data yang dihasilkan dapat memberikan gambaran kondisi lahan pertanian secara lebih rinci,” ujarnya.
Workshop ini diharapkan menghasilkan data spasial lahan pertanian yang lebih lengkap dan valid, sekaligus meningkatkan kemampuan penyuluh dalam melakukan identifikasi, pemetaan, dan pelaporan kondisi lahan di wilayah binaannya. Data tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam perencanaan program, penetapan sasaran kegiatan, serta mendukung pengambilan kebijakan pembangunan pertanian yang lebih tepat sasaran di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.