Rakor Swasembada Prov. Babel: Evaluasi LTT dan Percepatan Penerapan Teknologi PM-AAS
Pangkalpinang, 8 Juli 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kepulauan Bangka Belitung menggelar Rapat Koordinasi Program Strategis Kementerian Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Aula Kantor BRMP Babel yang juga diikuti secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala BRMP Babel, Intan Rahayu, S.Si., M.T., dan dihadiri oleh perwakilan dinas pertanian provinsi dan kabupaten/kota, Korem 045/Garuda Jaya, BWS Bangka Belitung, Bulog, Pupuk Indonesia, Kodim jajaran, serta penyuluh pertanian se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam arahannya, Intan Rahayu menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini menjadi forum untuk “belanja masalah” dari masing-masing kabupaten/kota sekaligus merumuskan solusi bersama dalam mendukung percepatan swasembada pangan. Beberapa isu utama yang menjadi perhatian antara lain peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT), percepatan PMAAS atau Pertanian Modern–Advanced Agriculture System, optimalisasi padi gogo, sinkronisasi data LBS, permasalahan irigasi, serta kebutuhan pupuk bersubsidi di tingkat petani.
Melalui forum tersebut, masing-masing daerah menyampaikan perkembangan dan kendala lapangan, mulai dari persoalan lahan sawah yang masuk kawasan hutan, alih fungsi lahan, kekeringan, kebocoran jaringan irigasi, hingga belum optimalnya dukungan pupuk bagi petani padi gogo. BWS Babel juga menyampaikan kesiapan dukungan melalui program SiPuri untuk perbaikan saluran pembawa air, sementara Bulog menegaskan komitmen penyerapan gabah petani dan Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan stok pupuk untuk mendukung musim tanam.
Rapat menghasilkan sejumlah tindak lanjut penting, antara lain percepatan pengumpulan data CPCL PMAAS, pengusulan perbaikan jaringan irigasi melalui SiPuri Tahap 2, penyusunan laporan khusus terkait tumpang tindih lahan sawah dengan kawasan hutan, serta usulan tambahan kuota pupuk bersubsidi ke Kementerian Pertanian. Melalui koordinasi ini, BRMP Babel mendorong seluruh pihak untuk memperkuat kerja bersama agar pelaksanaan program strategis pertanian di Bangka Belitung dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi petani.