Rakor Penanganan Kekeringan Sawah, BRMP Babel Dorong Optimalisasi Sumber Daya Air
Pangkalpinang, 11 September 2026 – Dalam rangka memperoleh informasi terkini terkait kondisi kekeringan pada lahan sawah serta merumuskan langkah-langkah penanganannya, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan rapat koordinasi penanganan kekeringan pada sawah secara luring dan daring. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sinergi antarinstansi dalam menghadapi dampak kekeringan yang berpotensi memengaruhi keberlangsungan pertanaman padi di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
Rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor BRMP Kepulauan Bangka Belitung tersebut dihadiri secara luring oleh perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung serta diikuti oleh pemangku kepentingan terkait secara daring. Pembahasan difokuskan pada kondisi ketersediaan air, perkembangan jaringan irigasi, sumber air alternatif, serta langkah mitigasi yang dapat dilakukan untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan sawah terdampak kekeringan.
Kepala BRMP Kepulauan Bangka Belitung, Intan Rahayu, S.Si., M.T., dalam arahannya menyampaikan bahwa penanganan kekeringan membutuhkan koordinasi dan kolaborasi yang kuat antarinstansi. Beliau menekankan pentingnya percepatan identifikasi wilayah terdampak, optimalisasi sumber daya air, serta penyusunan langkah tindak lanjut yang tepat agar kegiatan pertanaman tetap berjalan dan target Luas Tambah Tanam (LTT) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat tercapai.
Melalui rapat koordinasi ini diharapkan terbangun komitmen bersama antara BRMP Babel, BWS Babel, pemerintah daerah, penyuluh, dan pihak terkait dalam menghadapi tantangan kekeringan. Hasil koordinasi menjadi dasar penyusunan strategi penanganan, mulai dari optimalisasi infrastruktur irigasi, pemanfaatan sumber air yang tersedia, hingga pendampingan kepada petani guna menjaga produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah.