Rapat Koordinasi Penanggulangan Kekeringan Sawah Poktan Makmur di Desa Rias
Desa Rias, 15 Juli 2026 – Upaya penanggulangan kekeringan pada lahan persawahan Kelompok Tani (Poktan) Makmur, Desa Rias, menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi yang dilaksanakan pada Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas hasil monitoring kondisi sawah yang terdampak kekeringan.
Rapat dihadiri oleh perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung beserta tim, BRMP Bangka Belitung, Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Selatan, Gapoktan Sepakat Desa Rias, Poktan Makmur, Babinsa, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wilayah binaan.
Berdasarkan hasil monitoring, luas lahan sawah yang terdampak kekeringan mencapai sekitar 40 hektare. Umur tanaman padi di lokasi bervariasi, mulai dari sekitar satu bulan hingga fase vegetatif. Dari total luasan tersebut, sekitar 26 hektare berada pada fase vegetatif yang membutuhkan pasokan air secara optimal agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu.
Dalam rapat terungkap beberapa kendala teknis yang menyebabkan terjadinya kekeringan. Di antaranya adalah mundurnya masa tanam pada awal musim yang mengakibatkan pembagian air menjadi terbatas. Selain itu, kondisi jaringan irigasi yang belum sepenuhnya berfungsi secara optimal serta masih adanya aktivitas pertambangan di sekitar aliran irigasi turut menghambat distribusi air menuju lahan persawahan.
Sebagai langkah penanganan, seluruh pihak yang hadir menyepakati upaya pompanisasi dengan memanfaatkan sumber air dari Embung Yamin. Air akan dialirkan menggunakan pompa melalui jaringan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer menuju lahan persawahan Poktan Makmur. Solusi ini diharapkan menjadi langkah bersama dalam mengatasi kekeringan sehingga kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi dan potensi gagal panen dapat diminimalkan.
Melalui koordinasi lintas instansi dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan penanganan kekeringan di lahan Poktan Makmur dapat segera terealisasi serta mampu menjaga keberlangsungan produksi pertanian di Desa Rias.